ALAM SEKITAR

Loading...

Minggu, 17 November 2013

FUNGSI ORGAN TUBUH MANUSIA DAN HEWAN


STANDAR KOMPETENSI
- Mengidentifikasikan fungsi organ tubuh manusia dan hewan.
KOMPETENSI DASAR
1. Mengidentifikasikan fungsi organ pernafasan manusia.
2. Mengidentifikasikan fungsi organ pernafasan hewan, misalnya ikan dan cacing tanah.
TUJUAN PEMBELAJARAN
1. Mendeskripsikan adaptasi hewan untuk memperoleh makanan.
2. Mendeskripsikan adaptasi hewan untuk melindungi diri
3. Mendeskripsikan adaptasi hewan untuk memperoleh makanan.
4. Mendeskripsikan adaptasi tumbuhan untuk melindungi diri.
RINGKASAN MATERI
Tahukah kamu mengapa bunglon bisa berubah – ubah warnanya ?. Perubahan warna pada bunglon karena dia beradaptasi terhadap lingkungannya. Adaptasi mahluk hidup beraneka ragam caranya, misalnya ada yang berubah warna kulitnya, memutuskan ekornya, mengeluarkan bau busuk, mengeluarkan tinta dan lain-lain.
Adaptasi mahluk hidup bertujuan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan hidup tempat tinggal mereka. Bagi mahluk hidup yang tidak bisa beradaptasi dengan tempat tersebut harus berpindah tempat atau jika tidak akan mati.
Lingkungan tempat tinggal hewan dan manusia bisa menjadi rusak karena ulah manusia. Akibatnya hewan – hewan dan manusia yang lingkungan hidupnya telah rusak akan punah. Untuk mengetahui dan memahami beraneka ragam cara mahluk hidup menyesuaikan diri dengan lingkungan.
A. Penyesuaian Diri Hewan untuk Memperoleh Makanan.
Untuk melihat Videonya, silahkan klik vidio

Cara hidup hewan ditentukan oleh kebutuhan pokoknya. Hewan perlu mencari makan. Berbeda dengan tumbuhan, hewan harus berburu makanan yang akan di makannya. Oleh karena itu untuk memperoleh makanan hewan harus menyesuaikan diri dengan lingkungannya.
1. Serangga
a. Kupu – kupu, memiliki bentuk mulut penghisap yang berfungsi menghisap nektar bunga.
b. Lebah, memiliki bentuk mulut penjilat yang berfungsi menjilat makanan.
c. Nyamuk, memiliki bentuk mulut penusuk yang berfungsi menghisap darah manusia.
d. Serangga memiliki bentuk mulut penggigit yang berfungsi menggigit makanan.
2. Burung
Burung menangkap ,akananya dengan menggunakan paruh. Ukuran , bentuk paruhnya, dan cakarnya bergantung pada makannannya.
Berikut beberapa bentuk paruh burung :
a. Paruh burung Elang, untuk mencabik – cabik makannya yang berupa daging.
b. Paruh burung Pipit, untuk memakan biji-bijian.
c. Paruh burung Kolibri, untuk menghisap madu.
d. Paruh burung Pelikan, untuk memakan ikan.
e. Paruh Itik, untuk memakan cacing di lumpur.
berikut ini beberapa bentuk kaki burung :
a. Kaki Ayam, untuk mengais makanan.
b. Kaki Elang, untuk mencengkeram mangsa.
c. Kaki burung Kutilang, untuk bertengger.
d. Kaki Pelatuk, untuk memanjat dan
e. Kaki Itik, untuk berenang.
3. Ular
Ular memakan burung, kadal, tikus dan hewan lain. Beberapa ular membunuh mangsanya dengan bisa. Ular yang tidak memiliki bisa melilit mangsanya hingga mati lemas. Ular tidak dapat menggigit atau mengunyah, namun ular dapat menelan mangsanya bulat-bulat karena memiliki rahang yang elastis.
4. Tikus
Tikus memiliki mulut yang berbentuk moncong. Tikus juga memiliki kantong pipi yang di gunakan untuk membawa makanan, tikus memiliki gigi seri dan geraham. Gigi seri tikus terletak di bagian depan. Gigi tersebut berbentuk pahat dan di gunakan untuk mengerat, sedangkan untuk mengunyah menggunakan gigi geraham.
5. Harimau
Harimau memiliki cakar dan gigi yang tajam untuk menangkap dan memakan mangsanya.
6. Unta
Tubuh Unta mampu bertahan tanpa makanan dan minum air dalam jangka waktu berminggu-minggu. Pada saat minum air unta mampu minum 50 liter air. Air dalam jumlah yang banyak digunakan sebagai cadangan cairan, Punuk unta yang berisi lemak sebagai cadangan makanan bagi unta.
B. Penyesuaian Diri Hewan Untuk Melindungi Diri.
Selain untuk mencari makan, hewan juga beradaptasi untuk melindungi dirinya dari bahaya atau mengancam dari serangan musuh.
Pada umumnya hewan memiliki bagian tubuh yang berguna untuk melindungi diri dari serangan musuh.
1. Melindungi diri dengan pengaburan ( kamuflase )
Hewan yang melindungi diri dengan mengaburkan penglihatan disebut kamuflase. Bunglon melindungi diri dengan menyesuaikan warna tubuhnya dengan tempat ia berada.  Kupu-kupu mengembangkan sayapnya sehingga menghasilkan gambar tertentu untuk menyingkirkan musuhnya. Belalang mempunyai bentuk kaki pelatuk untuk memanjat. Katak daun berubah menjadi hijau saat bertengger di daun yang berwarna hijau.
2. Melindungi diri dengan tubuh yang keras
Kura – kura , siput, dan penyu adalah mahluk hidup yang gerakannya lambat, akan tetapi kura-kura mempunyai cara yaitu dengan memasukan tubuhnya ke dalam cangkang yang keras.
3. Memutuskan ekornya
Cecak memiliki cara yang berbeda untuk melindungi dirinya. Cecak akan memutuskan ekornya pada saat dia dalam bahaya atau ada musuh yang datang. Ekor cecak yang putus akan mengalihkan perhatian musuhnya sehingga cecak dapat menyelamatkan diri.
4. Mengeluarkan tinta
Cumi-cumi memiliki bentuk seperti roket, jika menghindari musuh, cumi-cumi akan mengeluarkan tinta yang hitam dan pekat. Dengan demikian musuh yang mengejarnya akan kehilangan jejak.
5. Melindungi diri dengan duri tubuhnya
Hewan Landak melindungi dirinya dari musuh dengan mengembangkan durinya. Duri landak merupakan bagian rambut yang mengalami pengerasan.
6. Mengeluarkan bisa
Ular memiliki bisa yang akan dikeluarkan saat dalam keadaan bahaya.
7. Mengubah bentuk tubuh menjadi mengerikan
Cara mengubah bentuk menjadi mengerikn dimiliki kadal gurun ketika di ganggu musuhnya.
8. Mengeluarkan bau dari anusnya
Cara ini dimilki musang pada saat dirinya dalam bahaya.
9. Mengeluarkan racun
Kalajengking, lebah dan kelabang menggunakan sengatnya yang mengandung racun untuk melindungi dirinya.
10. Berpura-pura mati
Musang dan kumbang berpura -pura mati ketika diserang musuh. Jika musuh sudah pergi mereka segera pergi ke tempat lain.
11. Memiliki taji
Taji digunakan ayam jantan untuk melindungi dirinya.
12. Memiliki tanduk yang tajam
Kerbau, banteng, kijang, menjangan dan sapi memiliki tanduk yang tahjam yang digunakan untuk melindungi diri pada saat diserang musuh.
13. Melepaskan muatan listrik
Ikan torpedo menyengtakan listrik pada tubuh musuhnya.
14. Regenerasi
Regenerasi merupakan kemampuan hewan untuk memperbaiki tubuhnya yang rusak. kemampuan regenerasi juga dimiliki oleh cacing.



Selasa, 06 November 2012

Perkembangbiakan Hewan

Berkembang biak adalah suatu kemampuan makhluk hidup untuk memperbanyak jenisnya, atau menghasilkan keturunan. Tujuan berkembang biak untuk mempertahankan jenisnya sehingga terhindar dari kepunahan. Hewan mengalami kepunahan karena pemanfaatan bagian tubuh hewan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan manusia. Pemanfaatan bagian tubuh hewan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem.  


Perkembangbiakan hewan dapat di bedakan menjadi dua macam yaitu secara Vegetatif dan Generatif. Perkembangbiakan Vegetatif terjadi tanpa peleburan Sel Kelamin Jantan dan Betina. Perkembangbiakan Vegetatif biasanya terjadi pada hewan tingkat rendah atau tidak bertulang belakang . 

Cara perkembangbiakan hewan ada beberapa cara, di antaranya dengan cara melahirkan (vivipar), bertelur (ovipar), dan bertelur melahirkan (ovovivipar), serta ada yang berkembangbiak dengan cara membelah diri (fragmentasi).

  • Perkembangbiakan secara Kawin (Generatif)
Perkembangbiakan pada hewan  secara kawin diawali dengan pembuahan. Pembuahan terjadi jika sel kelamin betina (sel telur) dan sel kelamin jantan(spermatozoid) berbaur (bersatu). Hasil pembuahan ini disebut zigot.  Zigot adalah proses perkembangbiakan sebelum janin atau calon janin/embrio pada rahim wanita. Zigot tumbuh menjadi embrio (janin). Embrio inilah kelak menjadi keturunan baru. 

Berdasarkan tempat terjadinya pembuahan, hewan yang berkembang biak dengan cara bertelur dikelompokan menjadi dua jenis, yaitu:
  1. Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina (Fertilisasi Internal). Pembuahan di dalam tubuh terutama terjadi pada kelompok reptilia (hewan melata), unggas, dan mamalia (hewan menyusui). Contohnya: ayam dan burung.
  2. Hewan bertelur yang pembuahannya terjadi di luar tubuh betina (Fertilisasi Eksternal). Pembuahan di luar tubuh terjadi karena penggabungan sel telur dan sperma terjadi di luar tubuh induknya.  Contohnya: katak dan ikan.


Perkembangbiakan secara kawin pada hewan dibedakan menjadi tiga, yaitu sebagai berikut :
  • Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur (Ovipar)
Pada hewan bertelur, pertumbuhan dan perkembangan embrio terjadi di luar tubuh induknya. Embrio itu dibungkus dan dilindungi oleh cangkang. Embrio di dalam telur ini dilengkapi dengan kuning telur (yolk). Kuning telur digunakan sebagai cadangan makanan untuk perkembangan embrio. Jika embrio telah tumbuh sempurna, telur akan menetas dan keluarlah individu baru. Hewan yang berkembang biak secara bertelur disebut ovipar.  Ayam dan burung merupakan contoh hewan bertelur. Contoh hewan reptil (Reptil binatang adalah sebuah kelompok hewan vertebrata yang berdarah dingin dan memiliki sisik yang menutupi tubuhnya) yang bertelur adalah penyu.

Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Tidak mempunyai daun telinga
  2. Tidak mengalami masa mengandung
  3. Tidak memiliki kelenjar susu
  4. Mengerami telurnya
  • Hewan yang Berkembangbiak dengan Melahirkan (Vivipar)

Hewan yang melahirkan juga menghasilkan telur. Akan tetapi, telur tidak dikeluarkan dari tubuh. Telur tetap berada di dalam rahim hewan betina. Telur tersebut juga tidak terbungkus oleh cangkang atau kulit yang keras. Setelah telur itu dibuahi, telur akan tumbuh menjadi calon bayi dan tumbuh menjadi bayi yang sempurna. Selama itu pula hewan betina mengalami masa kehamilan. Setelah mencapai umur tertentu dalam kandungan, maka anak hewan dilahirkan. Anak hewan yang baru lahir diberi makan oleh induknya dengan cara menyusui. Hewan yang berkembang biak secara melahirkan disebut vivipar. Contoh hewan vivipar sapi, kucing, kambing, dan singa 

Hewan yang berkembangbiak dengan cara melahirkan memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Memiliki daun telinga
  2. Memiliki kelenjar susu
  3. Mengalami masa mengandung
  4. Memiliki rambut/ bulu yang halus

c. Hewan yang Berkembang Biak dengan Bertelur-Melahirkan (Ovovivipar) 
Hewan yang berkembangbiak dengan cara bertelur-melahirkan disebut dengan ovovivipar. Pembuahannya terjadi di dalam tubuh hewan betina. Setelah terjadi pembuahan, di dalam tubuh hewan betina akan terbentuk telur. Zigot tumbuh menjadi embrio di dalam telur tersebut. Proses ini di namakan kehamilan. Setelah embrio tumbuh dengan sempurna di dalam telur, induk mengeluarkannya sebagai keturunan baru. Kadang-kadang, anak yang dikeluarkan masih terbungkus dalam cangkang telur .Contoh hewan ovovivipar adalah paus, ikan pari, dan beberapa jenis ular.

  • Perkembangbiakan Vegetatif

a. Membelah Diri (fragmentasi)
Hewan yang bersel tunggal berkembang biak dengan cara membelah diri, tidak dengan cara kawin. Contohnya, amoeba berkembang biak dengan cara membelah diri. Pembelahan pertama kali tejadi pada inti sel, kemudian bagian tubuh lain ikut membelah. Pembelahan ini menghasilkan dua sel yang kembar. Tiap sel hasil pembelahan menjadi individu baru yang dapat tumbuh dan berkembang biak.

Selain amoeba, ada juga hewan yang berkembang biak dengan cara pemisahan bagian tubuh, contohnya bintang laut. Bila bintang laut dibelah menjadi dua bagian, maka tiap bagian tubuhnya itu dapat tumbuh menjadi individu baru. Cara perkembangbiakan dengan pemisahan bagian tubuh ini dinamakan fragmentasi.

b. Tunas. 
Perkembangbiakan dengan cara pembentukan tunas antara lain terjadi pada Hydra. Hydra merupakan hewan yang tidak bertulang belakang. Hydra hidup pada air tawar. Pada tubuh Hydra dewasa akan muncul tonjolan. Tonjolan tersebut akan terus tumbuh dan membesar.  Kemudian, akan terbentuk mulut dan lengan (tentakel). Tunas yang belum dewasa ini mendapatkan makanan dari tubuh induknya. Ketika setelah cukup besar, tunas itu akan terlepas dari tubuh induknya. Tunas yang terlepas akan tumbuh dan berkembang menjadi individu baru.
 

Jumat, 02 Desember 2011

PEMEKARAN PROVINSI DI INDONESIA

Provinsi Baru Hasil Pemekaran:
1. Kepulauan Riau
2. Kepulauan Bangka Belitung
3. Banten
4. Gorontalo
5. Maluku Utara
6. Papua Barat

Butuh yang lengkap berserta lambang provinsi klik di sini

Selasa, 15 November 2011

Perkembangbiakan Tumbuhan

Perkembangbiakan Generatif

Perkembangbiakan generatif adalah perkembangbiakan tumbuhan melalui proses penyerbukan dan pembuahan. Bagaiman ya prosesnya? Mari kita pelajari!

Bunga

Bunga adalah bagian tumbuhan yang berfungsi untuk alat reproduksi.

TABEL BAGIAN-BAGIAN BUNGA
BAGIAN BUNGA                                                                   FUNGSI
1. Kelopak (kalik)                                                                  Melindungi kuncup bunga
2. Mahkota (korola)                                                               Menarik perhatian serangga
3. Benang sari (stamen) terdiri dari :                                       Sebagai penghasil gamet jantan, yaitu serbuk sari (pollen)
a. tangkai sari (filamen)
b. kepala sari (antera) terdiri atas 4 kantong sari                                                                                      
4. Putik (pistilus) terdiri atas :                                                Sebagai penghasil gamet betina
a. tangkai putik (stilus)
b. kepala putik (stigma)
c. bakal buah (ovarium) di dalam bakal buah terdapat bakal biji (ovule)