Senin, 22 Januari 2024

Pb. 3 Hari : Selasa, 23 Januari 2024, Tematik, Tema 6 : Panas dan Perpindahannya, Subtema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar kita, Pembelajaran : 3

Hari/tanggal               :  Selasa, 23 Januari 2024

Bidang Pelajaran        :  Tematik

Tema                            :  Panas dan Perpindahannya  (Tema 6)

Sub Tema                     :  Perpindahan Kalor di Sekitar kita (Sub Tema 2)

Muatan Terpadu           :  Bahasa Indonesia, PPKn, IPS.

Pembelajaran               :  3


Assalamualaikum Wr Wb.

Anak-anak yang sholeh dan sholehah, kali ini melanjutkan pembelajaran terdahulu.

Sebelumnya simak terlebih dahulu video berikut !!!



A.   TUJUAN PEMBELAJARAN

1.         Dengan menemukan pokok pikiran bacaan, siswa mampu menjelaskan isi teks penjelasan dari   media cetak secara benar.

2.         Dengan melakukan kegiatan pengamatan, siswa mampu mengidentifikasi aktivitas masyarakat   sekitar dalam upaya pembangunan ekonomi, sosial budaya Indonesia secara rinci.

3.     Dengan berdiskusi, siswa mampu menjelaskan jenis-jenis hak, kewajiban, dan tanggung jawab sebagai   warga masyarakat secara jelas.


MATERI :


Ayo Mengamati

Perhatikanlah gambar di bawah dengan saksama! Gambar tersebut menunjukkan kegiatan nelayan setelah pulang dari melaut. Mereka biasanya pergi secara berkelompok pada malam hari dan pulang keesokan paginya. Mengapa demikian? Ingatkah kamu bahwa mereka menerapkan prinsip perpindahan panas secara konveksi? Bagaimana peristiwa konveksi tersebut membantu para nelayan untuk berlayar pada malam hari dan pulang pada pagi hari? Apakah yang terjadi jika mereka pergi dengan cara sebaliknya?

Nenek moyang kita selalu melihat peristiwa alam untuk memenuhi kebutuhannya. Seperti nelayan yang tahu kapan harus pergi melaut.
Nelayan

Ayo Membaca

Bacalah artikel berikut untuk memahami salah satu sisi kehidupan nelayan dalam membangun kesejahteraan hidupnya

Kehidupan Nelayan Pemburu Paus
Desa Lamalera, Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu desa nelayan tradisional yang menjadikan laut sebagai ladang kehidupan mereka. Laut adalah ibu yang memberikan kehidupan sejak zaman nenek moyang mereka. Dari hasil laut, masyarakat di desa ini telah berhasil mengirimkan anak-anak mereka untuk bersekolah dan pada akhirnya bekerja.

Masyarakat nelayan di desa Lamalera, memiliki tradisi berburu paus yang telah diturunkan bertahun-tahun oleh nenek moyang mereka. Tidak sembarang paus yang mereka buru, hanya paus yang sudah tua saja yang mereka buru. Jika mereka menemukan paus muda, masyarakat nelayan di desa ini akan mengembalikannya ke laut lepas. Mereka pun bersepakat secara adat bahwa dalam setahun, tidak boleh lebih dari 15 paus yang mereka buru. Dengan demikian, mereka tetap menjaga agar paus tidak punah.
Nelayan Lamalera
Untuk berburu paus, para nelayan melakukan pemantauan dari bibir pantai dan dari atas bukit. Ada beberapa orang yang senantiasa berada di bukit itu untuk memantau, sambil melakukan kegiatan lainnya seperti memperbaiki jala, menganyam atap perahu dari daun lontar, memasak, atau membaca buku. Jika mereka melihat paus, mereka akan berteriak “baleo” yang berarti paus. Teriakan itu, membuat para nelayan yang berada di bibir pantai segera bersiap melaut. Mereka akan mengirimkan sebuah perahu untuk mengamati jenis dan umur paus. Jika mereka melihat paus itu layak ditangkap, mereka akan akan memanggil perahu-perahu lain untuk mendekat.

Daging dan minyak paus yang berhasil ditangkap kemudian akan dibagi ke seluruh warga desa. Pembagian diutamakan bagi janda dan yatim piatu, baru kemudian kepada penangkap paus, pemilik perahu, lalu kepada masyarakat lainnya. Daging dan ikan paus ini dapat ditukar dengan jagung, umbi-umbian, buah-buahan, dan sayuran dari masyarakat pegunungan. Kegiatan barter ini dilakukan di Pasar Wulandoni, sekitar 3 km dari Lamalera.

Ayo Menulis
Bacaan di atas merupakan salah satu teks penjelasan yang dimuat pada sebuah surat kabar. Surat kabar merupakan salah satu jenis media cetak yang paling banyak digunakan masyarakat. Surat kabar atau koran merupakan salah satu media cetak yang dapat memberikan berbagai macam informasi.

Untuk memahami sebuah teks penjelasan pada bacaan di atas, kamu perlu mengetahui pokok pikiran di setiap paragrafnya. Temukanlah pokok-pokok pikiran dalam setiap paragraf dengan melakukan kegiatan berikut ini.
Pokok Pikiran Nelayan Lamalera
  1. Siapkan sejumlah kartu atau kartu pokok pikiran seperti contoh di atas ini sesuai dengan jumlah paragraf pada bacaan di atas.
  2. Bacalah kembali bacaan tersebut dan temukan pokok pikiran di setiap paragrafnya.
  3. Tuliskanlah pokok pikiran tersebut pada kartu yang telah kamu siapkan.
  4. Diskusikanlah pokok pikiran dengan teman-teman di dalam kelompokmu. Berikan komentar dan saran yang membangun untuk setiap pokok pikiran yang dibuat temanmu.
  5. Kelompokan pokok pikiran yang sama pada setiap paragraf.
  6. Ambillah sebuah karton, lalu tuliskan di bagian paling atas judul bacaan.
  7. Buatlah garis-garis penghubung sesuai jumlah paragraf yang ada.
  8. Tempelkan semua pokok pikiran yang dibuat teman sekelompokmu sesuai paragrafnya.
  9. Buatlah sebuah paragraf untuk membuat kesimpulan terhadap bacaan tersebut.
  10. Presentasikanlah hasil analisis bacaanmu di depan kelas.

Ayo Berdiskusi
Dalam kehidupan sehari-hari, ada banyak hal yang ingin kamu ketahui tentang peristiwa yang terjadi di sekitarmu. Bertanya merupakan kegiatan mencari jawaban tentang sesuatu yang belum diketahui. Kita dapat bertanya kepada siapa pun, termasuk kepada teman sebaya. Kegiatan bertanya juga dapat menjadi kegiatan awal sebuah diskusi. Ikutilah tahapan kegiatan berikut ini dengan saksama di dalam kelompok yang terdiri atas 4 – 5 orang.
  1. Buatlah dua pertanyaan berdasarkan bacaan.
  2. Tuliskanlah pertanyaanmu di selembar kertas kecil. Tuliskan nama dan pertanyaanmu dengan jelas dan menggunakan kalimat tanya yang benar.
  3. Gulunglah kertas pertanyaanmu lalu masukkan ke dalam sebuah wadah.
  4. Secara bergiliran anggota kelompok mengambil gulungan kertas dari dalam wadah.
  5. Setelah semuanya mendapatkan sebuah gulungan kertas, bukalah lembar pertanyaan secara bersamaan.
  6. Lalu tuliskan jawabannya di bawah pertanyaan tersebut.
  7. Tempelkan kertas pertanyaan dan jawabannya di salah satu dinding kelas. Lakukan kegiatan yang sama untuk pertanyaan kedua.
  8. Lihatlah kembali pertanyaan yang telah kamu buat, dan jawaban dari teman-temanmu. Lakukanlah diskusi dengan teman yang menjawab pertanyaanmu untuk mendapatkan keterangan yang lebih lengkap.

Contoh pertanyaan :
  1. Di mana letak desa Lamalera? (Desa lamalera terletak di Kecamatan Wulandoni, Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur)
  2. Apa ladang kehidupan masyarakat desa Lamalera ?(Laut)
  3. Apa tradisi unik masyarakat desa Lamalera? (Berburu paus)
  4. Paus jenis apa yang diburu masyarakat desa Lamalera ? (Paus yang sudah tua)
  5. Berapa jumlah paus yang boleh diburu oleh masyarakat desa Lamalera selama setahun?(Tidak boleh lebih dari 15 ekor paus)
  6. Di mana tempat warga Lamalera melakukan pemantauan ikan paus?(Bibir pantai)
  7. Apa teriakan yang diucapkan nelayan Lamalera saat melihat paus? (“baleo”)
  8. Digunakan untuk apa daging dan minyak paus hasil tangkapan tersebut? (dibagi ke seluruh warga desa)
  9. Siapa yang diutamakan dalam pembagian hasil tangkapan tersebut (bagi janda dan yatim piatu).
  10. Apa nama pasar tempat masyarakat Lamalera melakukan barter? (Pasar Wulandoni)

Ayo Membaca
Bacalah artikel berikut ini dengan saksama.

Festival Mane’e, Tradisi Nelayan di Pantai Malo
Festival Mane’e, merupakan tradisi adat untuk penangkapan ikan. Tradisi ini dilakukan oleh masyarakat Pantai Malo, Kokorotan, Sulawesi Utara. Ritual ini biasa disebut dengan ritual menangkap ikan dengan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Mereka berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa agar nelayan mendapatkan tangkapan yang banyak, dan mendapatkan perlindungan agar terhindar dari bahaya.

Penangkapan ikan dimulai dengan berkumpulnya para pemuka adat bersama perwakilan pemerintah setempat. Mereka bermusyawarah untuk menentukan tanggal yang tepat untuk melakukan ritual mane’e. Selanjutnya, para pemuka adat ini akan memanjatkan doa-doa dalam bahasa adat kuno. Sementara, masyarakat lainnya mengumpulkan tali dan janur (daun kelapa yang masih muda) untuk dibuat jarring yang disebut dengan sammy.
Festival Manee
Tibalah hari yang ditentukan untuk melaksanakan ritual mane’e. Para pemuka adat dan pemerintah setempat, membawa sammy ke Pantai Malo. Beramai-ramai mereka menariknya sepanjang mungkin ke arah laut hingga membentuk sebuah kolam. Ketika ikan-ikan telah banyak terperangkap ke dalam sammy, masyarakatpun mulai menangkapnya. Hasil tangkapan ikan ini akan disantap bersama dalam pesta rakyat yang digelar saat itu. Ada hal yang menarik sepanjang ritual hingga pesta rakyat ini, yaitu masyarakat dilarang mengenakan pakaian berwarna merah sebagai pantangan.

Ritual seperti ini masih dilaksanakan hingga kini. Masyarakat meyakini ritual ini sebagai ucapan syukur dan permohonan perlindungan dari Tuhan Yang Maha Esa. Selain itu, kegiatan ini mengandung nilai-nilai kebersamaan antar anggota masyarakat dan kepedulian untuk memelihara laut sebagai sumber kehidupan masyarakat. Nilai-nilai kerja sama, persatuan dan kesatuan pun, sangat bisa dirasakan sepanjang persiapan hingga dilaksanakannya ritual ini.

Berdasarkan bacaan di atas, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini!
1. Apa tujuan dilaksanakannya Festival Mane’e tersebut?
Festival Mane’e bertujuan agar nelayan mendapat tangkapan yang banyak dan mendapatkan perlindungan agar terhindar dari bahaya.

2. Siapa saja yang berperan penting dalam upacara tersebut?
Yang berperan dalam upacara tersebut adalah pemuka adat beserta masyarakat setempat.

3. Menurutmu, apa manfaat kegiatan upacara tradisi nelayan terhadap kesejahteraan nelayan dan kehidupan masyarakat nelayan setempat?
Sangat bermanfaat dengan kegiatan tersebut, dengan begitu masyarakat setempat dapat memperoleh tangkapan ikan secara lebih mudah dan pastinya mendapat penghasilan lebih banyak.

4. Adakah hal menarik yang kamu dapatkan dari kegiatan upacara nelayan tersebut?
Hal yang menarik adalah masyarakat dilarang mengenakan pakaian berwarna merah sebagai pantangan.

5. Adakah kegiatan serupa yang dilakukan oleh masyarakat nelayan yang berada paling dekat dari tempat tinggalmu? Jika ada, ceritakanlah!
Tradisi sedekah laut bagi nelayan Kab.Cilacap pada dasarnya sebagai ungkapan rasa sukur pada Tuhan YME dari para nelayan Cilacap karena telah diberinya limpahan rezeki serta usaha pelestarian warisan budaya Cilacap untuk promosi wisata.

Ayo Mengamati
Kegiatan nelayan di pantai dan laut tidak hanya untuk pembangunan ekonomi, tetapi juga untuk membangun kehidupan sosial budaya masyarakat. Kegiatan ini dilakukan untuk meneruskan budaya kehidupan masyarakat nelayan yang telah dilakukan bertahun-tahun. Kegiatan masyarakat nelayan di satu tempat dan tempat lain tidaklah sama. Hal ini dipengaruhi juga oleh kehidupan sosial masyarakatnya. Kehidupan masyarakat di sekitarmu mungkin juga memiliki keunikan sendiri. Oleh karenanya, lakukanlah kegiatan pengamatan sebagai berikut:
  1. Bekerjalah bersama dengan temanmu yang tinggal di daerah yang sama atau berdekatan.
  2. Amatilah kehidupan masyarakat di sekitar tempat tinggalmu.
  3. Identifikasi kegiatan masyarakat untuk membangun ekonominya, misalnya ada yang berdagang, bertani atau menangkap ikan.
  4. Identifikasi kegiatan kemasyarakatan yang terjadi di daerah tempat tinggalmu. Misalnya, kegiatan bersama yang dilakukan anggota masyarakat.
  5. Tuliskanlah hasil pengamatanmu ke dalam bentuk laporan singkat dengan menggunakan format “Laporan Hasil Pengamatan” seperti contoh di bawah ini!
Laporan Hasil Pengamatan
Tempat pengamatanDesa Lumbir Kecamatan Lumbir Kabupaten Banyumas
Hal yang diamatiInteraksi manusia dengan lingkungan sosialnya
Masyarakat pedesaan hidup saling tolong-menolong, gotong-royong, dan mengutamakan musyawarah mufakat dalam menyelesaikan permasalahan.

Upaya manusia dalam berperan serta membangun perekonomian
Daerah pedesaan sangat cocok untuk pertanian sehingga sebagian besar masyarakat bekerja sebagai petani. Ada juga yang berdagang menjual hasil pertanian ke pasar.

Kesimpulan apa yang kamu dapatkan dari kegiatan ini? Tuliskanlah kesimpulanmu di bawah ini!

Kesimpulan:
Kita harus berinteraksi dengan lingkungan di sekitar kita dengan baik.

Ayo Membaca

Kewajiban Warga Negara Indonesia
Setiap warga negara di Indonesia memiliki hak dan kewajiban yang tidak terpisahkan Ada hak, maka di sana juga ada kewajiban. Sebagai warga Negara Republik Indonesia, hak dan kewajiban warga negaranya diatur di dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Yang termasuk dalam hak warga negara Indonesia sesuai dengan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) antara lain adalah sebagai berikut.
  1. Setiap warga negara memiliki kedudukan yang sama di mata hukum dan di dalam pemerintahan (pasal 27 ayat 1).
  2. Setiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak (Pasal 27 ayat 2).
  3. Setiap warga negara berhak dalam usaha pembelaan negara (Pasal 30 ayat 1).
  4. Setiap warga Negara berhak untuk berserikat dan berkumpul dan mengeluarkan pendapatnya (Pasal 28).
  5. Setiap warga negara bebas untuk memilih, memeluk dan menjalankan agama dan kepercayaan masing-masing yang dipercayai (Pasal 29 ayat 2).
  6. Setiap warga negara berhak memperoleh pendidikan dan pengajaran (Pasal 31 ayat 1).
  7. Setiap warga negara berhak mempertahankan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia atau NKRI dari serangan musuh (pasal 30 ayat 1).

Selain mengetahui hak warga negara, kita pun harus tahu tentang kewajiban kita sebagai warga negara. Ada kewajiban yang harus kita lakukan dengan penuh tanggung jawab karena menyangkut hak orang lain. Ada juga kewajiban yang bersifat pribadi. Berikut adalah beberapa contoh kewajiban warga negara Indonesia.
  1. Setiap warga negara wajib membayar pajak dan retribusi yang telah ditetapkan oleh pemerintah pusat dan pemerintah daerah (pemda) (Pasal 23A).
  2. Setiap warga negara wajib mentaati serta menjunjung tinggi dasar negara, hukum dan pemerintahan tanpa terkecuali, serta dijalankan dengan sebaik-baiknya (Pasal 27 ayat 1).
  3. Setiap warga negara memiliki kewajiban untuk berperan serta dalam membela, mempertahankan kedaulatan negara Indonesia dari serangan musuh (pasal 30 ayat 1).
  4. Setiap warga negara wajib untuk menghormati hak asasi orang lain dan menjunjung tinggi moral, nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum.
  5. Setiap warga negara wajib turut serta dalam pembangunan untuk membangun bangsa agar bangsa kita bisa berkembang dan maju ke arah yang lebih baik.
  6. Setiap warga negara wajib untuk mengikuti pendidikan dasar yang sepenuhnya dibiayai oleh Negara.

Ayo Berdiskusi
Dengan menggunakan bacaan tentang nelayan Lamalera dan nelayan Pantai Malo, diskusikan hak-hak dan kewajiban apa saja yang dimiliki oleh para nelayan tersebut.

Bagaimana dengan warga negara yang lain, misalnya para guru? Bagaimana hak dan kewajiban mereka? Bagaimana dengan kamu sebagai siswa? Apa saja hak dan kewajiban kalian?

Gunakan tabel berikut ini untuk melakukan analisis terhadap hak dan kewajiban warga negara sesuai cara interaksinya dengan lingkungan sekitarnya. Bandingkanlah hak dan kewajiban para nelayan, para petani, dan juga pelajar seperti kamu.
Warga NegaraHakKewajiban
Nelayan Lamalera atau
Nelayan Pantai Malo
Memperoleh ikan sebagai bahan makananMenjaga kelestarian laut sebagai habitat ikan
PetaniMemperoleh informasi tentang pertanian dan tersedianya pupuk dan obat-obatanMencegah, menanggulangi, dan memulihkan kerusakan lahan pertanian.
PelajarMemperoleh pendidikan dan pengajaran yang baikRajin belajar dan mematuhi semua peraturan yang ada di sekolah

Diskusikan dan presentasikanlah hasil diskusimu di depan kelas. Dengarkan dan cermatilah ketika kelompok yang lain melakukan presentasi. Catatlah halhal menarik dari semua presentasi yang dilakukan teman-teman kelasmu. Lalu tuliskanlah kesimpulanmu.


Kesimpulan:

Hak dan kewajiban tidak dapat dipisahkan antara yang satu dengan yang lain karena keduanya sama - sama harus dijalankan sekaligus didapatkan.

Ayo Mencoba

Apakah kamu melihat persamaan dan perbedaan antara hak dan kewajiban dari para guru, nelayan, dan kamu sebagai seorang siswa? Kamu tentu tahu bahwa setiap hak dapat diusahakan melalui kewajiban, baik kewajiban yang menyangkut hak orang lain, maupun kewajiban pribadi.
Janjiku
Cobalah renungkan, kewajiban apa saja yang harus kamu lakukan dan tingkatkan sebagai seorang siswa? Tuliskanlah beberapa kewajiban yang harus kamu tingkatkan ke dalam sebuah janji yang harus kamu ingat untuk dilakukan. Tuliskanlah dengan kalimat yang jelas dan singkat sehingga kamu mudah mengingatnya di tempat yang disediakan di bawah ini!

Ayo Renungkan
  1. Apa saja sikap dan keterampilan yang kamu kembangkan pada hari ini?
  2. Apa saja tantangan yang kamu hadapi untuk melakukan kewajibanmu sebagai seorang pelajar? Bagaimanakah caramu untuk mengatasinya?

Minggu, 21 Januari 2024

Pb. 2 Hari : Senin, 22 Januari 2024, Tematik, Tema 6 : Panas dan Perpindahannya, Subtema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar kita, Pembelajaran : 2

Hari/tanggal               :  Senin, 22 Januari 2024

Bidang Pelajaran        :  Tematik

Tema                            :  Panas dan Perpindahannya  (Tema 6)

Sub Tema                     :  Perpindahan Kalor di Sekitar kita (Sub Tema 2)

Muatan Terpadu           :  Bahasa Indonesia, IPA, SBdP.

Pembelajaran               :  2


Assalamualaikum Wr Wb.

Anak-anak yang sholeh dan sholehah, kali ini melanjutkan pembelajaran terdahulu.

Sebelumnya simak terlebih dahulu video berikut !!!


TUJUAN PEMBELAJARAN

1.       Dengan mengidentifikasikan hal-hal penting dari bacaan, siswa mampu menyajikan hasil kesimpulan isi teks penjelasan pada media cetak secara tulisan dengan tepat.

2.       Dengan membuat peta konsep, siswa mampu menjelaskan cara perpindahan kalor secara percaya diri.

3.       Dengan melakukan percobaan, siswa mampu menyelidiki tentang perpindahan panas secara konduksi dengan benar.

Dengan mengamati gambar pola lantai dalam tari, siswa mampu menjelaskan pengertian pola lantai dalam tari kreasi daerah secara tepat.

Udara di luar dingin sekali sore ini! Angin bertiup cukup kencang, sehingga Siti segera menutup pintu rumahnya. Siti kembali ke dapur untuk menemani ibunya memasak. Siti melihat ibunya menjerang air untuk membuat teh.

Ayo Membaca

Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama!

Perpindahan Panas atau Kalor secara Konveksi
Perpindahan kalor secara konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya. Umumnya peristiwa perpindahan kalor secara konveksi terjadi pada zat cair dan gas. Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak ke atas. Saat zat yang lebih ringan tersebut pindah ke atas, molekul zat yang ada di atasnya akan menggantikannya.

Perpindahan secara konveksi dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan setumpuk buku dari satu tempat ke tempat lain. Ketika kamu memindahkan buku tersebut ke tempat lain, tentu kamu akan ikut bersama dengan buku-buku tersebut. Jika buku-buku itu diumpamakan sebagai energi panas dan kamu adalah medianya, maka perpindahan kalor dengan cara konveksi akan menyertakan perantaranya.


Peristiwa konveksi terjadi pada saat merebus air. Air yang letaknya dekat dengan api akan mendapat panas sehingga air menjadi lebih ringan. Air akan bergerak ke atas dan digantikan oleh air yang ada di atasnya. Demikian seterusnya.

Perpindahan kalor secara konveksi juga mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut. Angin darat terjadi karena udara di darat pada malam hari lebih cepat dingin daripada udara di laut, sehingga udara yang berada di atas laut akan naik dan udara dari darat akan menggantikan posisi udara yang naik tadi. Angin laut terjadi karena pada siang hari daratan lebih cepat panas dibandingkan di laut, sehingga udara di darat akan naik dan udara dari laut akan mengalir ke darat menggantikan tempat udara yang naik tadi. Keadaan ini digunakan para nelayan untuk pergi melaut pada malam hari dan kembali ke darat pada pagi atau siang hari. Sedangkan contoh peristiwa konveksi yang lain adalah penggunaan cerobong asap pada pabrik. Apakah di rumahmu dipasang jendela ventilasi? Pemanfaatan ventilasi sebagai sirkulasi udara di dalam rumah juga memanfaatkan perpindahan panas secara konveksi.
Angin Darat dan ANgin Laut
Ayo Menulis
Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan. Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat.
ParagrafHal-Hal Penting dari Bacaan
Pertama
  1. Perpindahan kalor secara konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya. 
  2. Peristiwa konveksi terjadi pada zat cair dan gas.
  3. Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan.
Kedua
  1. Perpindahan secara konveksi dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan setumpuk buku.
  2. Ketika memindahkan buku kamu akan ikut bersama dengan buku-buku tersebut.
  3. Perpindahan kalor dengan cara konveksi akan menyertakan perantaranya..
Ketiga
  1. Peristiwa konveksi terjadi pada saat merebus air.
  2. Air yang letaknya dekat dengan api akan mendapat panas dan bergerak ke atas.
Keempat
  1. Perpindahan kalor secara konveksi juga mengakibatkan terjadinya angin darat dan angin laut.
  2. Contoh peristiwa konveksi yang lain adalah penggunaan cerobong asap pada pabrik.
  3. Pemanfaatan ventilasi sebagai sirkulasi udara di dalam rumah juga memanfaatkan perpindahan panas secara konveksi.


Berdasarkan bacaan di atas, buatlah sebuah diagram yang menjelaskan pemahamanmu tentang konsep perpindahan panas secara konveksi sesuai pemahamanmu. Beberapa kata bantu telah dituliskan untuk mempermudah kamu menuliskan kata-kata atau kalimat penting yang mewakili setiap paragraf. Lakukanlah kegiatan ini bersama dengan teman sebangkumu.
dIAGRAM kOnveksi
Tuliskanlah pemahamanmu tentang konsep perpindahan panas secara konveksi dalam tulisan satu paragraf berikut.
Konveksi ialah perpindahan kalor yang disertai dengan perpindahan zat perantaranya. Zat yang menerima kalor akan memuai dan menjadi lebih ringan sehingga akan bergerak ke atas dan molekul zat yang ada di atasnya akan menggantikannya. Beberapa contoh peristiwa konveksi antara lain pada saat merebus air, terjadinya angin darat dan angin laut., penggunaan cerobong asap pada pabrik, dan jendela ventilasi.

Ayo Mencoba

Peristiwa perpindahan panas secara konveksi sering terjadi di sekitar kita. Namun, terkadang kita tidak menyadarinya. Mari lakukan kegiatan berikut untuk membuktikan peristiwa yang menunjukkan terjadinya perpindahan panas secara konveksi. Lakukanlah kegiatan ini di dalam kelompok. Pastikan setiap anggota sudah mengetahui tugas dan tanggung jawabnya masing-masing.

Menyelidiki Perpindahan Panas secara Konveksi
Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan:
  1. Segelas air panas
  2. Es batu
  3. Air matang suhu ruang (untuk membuat es batu)
  4. 1 buah kantung plastik ukuran kecil
  5. 1 buah karet gelang
  6. Pewarna makanan

Percobaan ini memerlukan beberapa es batu berwarna. Oleh karena itu, buatlah es batu berwarna terlebih dahulu. Kamu dapat membuatnya sehari sebelum kegiatan percobaan ini. Ikutilah langkah berikut ini. 

Membuat es batu berwarna
  1. Campurkan setetes pewarna makanan ke dalam air matang suhu ruang.
  2. Masukkan air yang telah diwarnai ke dalam kantong plastik.
  3. Ikat kantong plastik tersebut dengan karet gelang.
  4. Masukkan kantong plastik berisi air ke dalam lemari es sampai membeku. Es batu berwarna ini dapat diganti dengan es lilin warna-warni yang mungkin mudah didapatkan.
Es Batu Berwarna
Langkah Kegiatan Percobaan:
  1. Siapkan satu buah gelas ukuran sedang. Isi dengan air panas. Usahakan gelas cukup besar sehingga dapat memuat es batu yang telah dibuat sebelumnya.
  2. Masukkan es batu berwarna ke dalam gelas air panas.
  3. Amati es batu yang ada di dalam gelas berisi air panas tersebut!
  4. Catat apa yang terjadi dengan es batu berwarna tersebut!

Setelah melakukan percobaan tersebut, jawablah pertanyaan panduan berikut ini!
  1. Bagaimana bentuk es batu setelah dimasukkan ke dalam gelas air panas? Apakah es batu mencair? Mengapa demikian? Ukuranya mengecil dan mencair, peristiwa ini terjadi karena pengaruh kalor yang dirambatkan dari air panas.
  2. Es batu mencair karena mendapatkan panas. Berasal dari manakah panas tersebut? Dari air panas.
  3. Apakah zat perantara pada percobaan ini? air.
  4. Termasuk peristiwa apakah perpindahan panas pada percobaan ini? Mengapa demikian? Perpindahan panas secara konveksi, karena kalor berpindah disertai dengan berpindahnya zat perantara.
  5. Sebutkan 3 macam perpindahan panas secara konveksi yang terjadi di sekitar kita! Merebus air, terjadinya angin darat dan angin laut, cerobong asap.

Kesimpulan:
 

Perpindahan panas secara konveksi pada percobaan di atas adalah es batu mencair karena mendapatkan panas yang berasal dari air.

Sebagaimana kamu tahu, negeri kita memiliki berbagai bentuk seni daerah yang diturunkan dari sejak dahulu kala. Salah satu bentuk seni itu adalah seni tari. Dalam setiap seni tari, melibatkan penari dan pemain musik. Para penari menyampaikan pesan melalui gerakan-gerakan yang ditunjukkan kepada penontonnya. Pada saat menari, para penari akan membentuk sebuah formasi menari tertentu. Apa itu formasi menari?

Ayo Membaca
Pola Lantai dalam Seni Tari 
Pernahkah kamu memperhatikan sebuah pertunjukan tari? Atau mungkin kamu pernah ikut latihan menari di sanggar atau di sekolah? Pada beberapa tarian, terutama tari kelompok, para penari membentuk posisi tertentu dalam tarian. Ada sebuah tari yang jika diamati, posisi penari membuat bentuk atau formasi tertentu. Bentuk atau formasi tertentu yang dibuat penari dalam sebuah tari dinamakan pola lantai.
Pola Lantao 2
Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari. Pola lantai ini dilakukan baik oleh penari tunggal, berpasangan, atau penari kelompok. Dalam tarian, terdapat dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Pola garis lurus terdiri atas pola lantai horizontal, vertikal, dan diagonal. Pengembangan pola lantai lurus dapat berupa pola lantai zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima (perhatikan gambar A).
Pola Lantai Lurus
Selain garis lurus, terdapat juga pola garis lengkung. Pola ini pun dapat dikembangkan menjadi berbagai pola lantai. Pola lantai itu antara lain berupa lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garislengkung ke belakang (lihat gambar B). 
Garis lengkung
Berikut adalah dua jenis tari daerah yang memiliki pola lantai yang berbeda. Tari pertama adalah Tari Jaran Kepang yang berasal dari Yogyakarta. Tari Jaran Kepang mempunyai pola lantai gabungan antara pola lantai lurus dan lengkung yang sederhana. Pola lantai yang digunakan pada tari ini antara lain pola melingkar, garis lurus ke depan, dan garis horizontal. Pola lantai pada Tari Jaran Kepang tidak memiliki makna tertentu. Pola lantai dibuat untuk formasi penari. 
Tari Kuda Kepang dan Bedaya Semang
Berbeda dengan Tari Bedhaya Semang yang juga berasal dari Yogyakarta. Tari klasik ini mempunyai pola lantai yang sudah tertentu dan mempunyai makna tertentu. Pola lantai yang digunakan pada tari ini pun memiliki nama tertentu, seperti gawang jejer wayang, gawang tigatiga, gawang perang, dan gawang kalajengking. 

Ayo Menulis
Membuat ringkasan merupakan salah satu kegiatan yang paling sering dilakukan untuk mengetahui isi bacaan. Meringkas dapat dilakukan dengan cara menemukan pokok pikiran dan informasi penting dalam sebuah bacaan. Bersama dengan teman sebangkumu, lakukanlah kegiatan berikut ini.
  1. Secara bergantian, bacalah bacaan di atas dengan intonasi dan lafal yang jelas.
  2. Ketika temanmu membacakan, tuliskanlah kata-kata atau kalimat penting dari bacaan tersebut di dalam buku tulismu. Mintalah temanmu yang membacakan bacaan untuk berhenti setiap satu paragraf, untuk memberikan kesempatan kepadamu menuliskan kalimat atau kata-kata penting dari bacaan.
  3. Lakukanlah secara bergantian.
  4. Perlihatkanlah hasil ringkasanmu kepada temanmu. Adakah persamaan atau perbedaan dari catatan kalian?
  5. Bagaimana pendapatmu?

Pendapatku:
 

Pola lantai merupakan garis yang dilalui penari pada saat melakukan gerak tari. Terdapat dua pola garis dasar pada lantai, yaitu garis lurus dan lengkung. Pola garis lurus terdiri atas pola lantai horizontal, vertikal, dan diagonal. Pengembangan pola lantai lurus dapat berupa pola lantai zig-zag, segitiga, segi empat, dan segi lima. Pola garis lengkung dapat dikembangkan menjadi lingkaran, angka delapan, garis lengkung ke depan, dan garis lengkung ke belakang. Tari Jaran Kepang mempunyai pola lantai gabungan antara pola lantai lurus dan lengkung yang sederhana. Tari Bedhaya Semang mempunyai pola lantai yang sudah tertentu seperti gawang jejer wayang, gawang tigatiga, gawang perang, dan gawang kalajengking.

Ayo Mencoba
Perhatikanlah gambar tari di bawah ini! Bersama dengan teman sekelompokmu, tentukan nama dan gambar pola lantai pada setiap tari daerah di bawah ini. Lalu pilihlah salah satu tari daerah tersebut. Bersama dengan teman sekelompokmu, peragakanlah pola lantai yang dilakukan oleh penari pada tari tersebut. Gambarkanlah pola lantai tari tersebut!
Pola Lantai
Ayo Renungkan
  1. Apa saja hal penting atau konsep yang sudah kamu pelajari pada kegiatan pembelajaran hari ini? .
  2. Konsep apa yang belum kamu pahami? Bagaimana caramu agar kamu dapat memahaminya?
  3. Apa saja sikap dan keterampilan yang kamu kembangkan pada kegiatan pembelajaran hari ini?


TERIMAKASIH

Kamis, 18 Januari 2024

Pb 1 Hari : Jumat, 19 Januari 2024, Tematik, Tema 6 : Panas dan Perpindahannya, Subtema 2 : Perpindahan Kalor di Sekitar kita, Pembelajaran : 1

Hari/tanggal               :  Jumat, 19 Januari 2024

Bidang Pelajaran        :  Tematik

Tema                            :  Panas dan Perpindahannya  (Tema 6)

Sub Tema                     :  Perpindahan Kalor di Sekitar kita (Sub Tema 2)

Muatan Terpadu           :  IPA, Bahasa Indonesia.

Pembelajaran               :  1


Assalamualaikum Wr Wb.

Anak-anak yang sholeh dan sholehah, kali ini melanjutkan pembelajaran terdahulu.

Sebelumnya simak terlebih dahulu video berikut !!!



TUJUAN PEMBELAJARAN

1.    Dengan membuat peta konsep, siswa mampu menjelaskan isi teks penjelasan dari media cetak secara benar.

2.    Dengan melalui gambar, siswa mampu menjelaskan cara-cara perpindahan kalor dalam kehidupan sehari-hari secara tepat.

3.    Dengan melakukan percobaan mengggunakan sendok dan air panas, siswa mampu membuktikan perpindahan kalor secara konduksi secara mandiri.

 

Ayo Membaca

Perpindahan Panas atau Kalor

Pernahkah kamu membantu ibumu memasak sayur? Tahukah kamu mengapa api kompor dapat memanaskan air dalam panci sehingga sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang? Ketika kamu memasak sayuran, panas dari api kompor berpindah ke dalam panci. Kemudian, panas tersebut berpindah ke dalam air sehingga air menjadi panas dan sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang. Peristiwa tersebut membuktikan bahwa panas dapat berpindah.

 

Letak matahari dari planet kita ini sangat jauh, yaitu sekitar 152.100.000 km (Seratus lima puluh dua juta seratus ribu kilometer). Akan tetapi, panas dari matahari dapat berpindah atau merambat ke planet kita sehingga kita dapat merasakan hangatnya sinar matahari. Andai saja panas matahari tidak dapat berpindah ke bumi, dapatkah kamu membayangkan bagaimana keadaan bumi kita ini?

 

Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Bagaimana panas dapat berpindah? Panas dapat berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi. Konduksi adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda padat. Contoh konduksi adalah panci logam yang panas karena diletakkan di atas kompor yang berapi. Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan bagian zat perantaranya. Misalnya, air di dalam panci yang dipanaskan hingga mendidih. Sedangkan radiasi adalah cara perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat perantara. Peristiwa radiasi yang terjadi sehari-hari adalah sinar matahari yang sampai ke bumi dan menghangatkan udara serta makhluk hidup di bumi

 

Ayo Menulis

Bacaan di atas diperoleh dari sebuah buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam. Buku merupakan salah satu contoh media cetak yang sering digunakan masyarakat hingga kini. Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lain yang dijilid di salah satu sisinya dan berisi tulisan atau gambar. Buku sudah ada sejak dahulu. Pada zaman kerajaan di Indonesia, buku disebut dengan kitab yang berisi catatan tentang peristiwa atau hasil pemikiran seorang penulisnya pada masa itu. Apakah kamu memiliki buku kesayangan? Ceritakanlah tentang buku kesayanganmu kepada teman sebangkumu!

 

Bacalah kembali bacaan di atas dengan saksama. Lalu, carilah beberapa kata-kata kunci atau hal-hal penting dari setiap paragraf. Perhatikan contoh berikut.

Paragraf

Hal-Hal Penting

Satu

  1. Api kompor dapat memanaskan air dan sayuran di dalam panci.
  2. Panas dari api kompor berpindah ke dalam panci.
  3. Air menjadi panas dan sayuran yang ada di dalamnya menjadi matang.

Dua

  1. Letak matahari dari planet bumi sekitar 152.100.000 km.
  2. Panas matahari dapat berpindah atau merambat ke planet bumi.
  3. Kita dapat merasakan hangatnya sinar matahari.

Tiga

  1. Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu rendah.
  2. Panas dapat berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi dan radiasi.
  3. Konduksi adalah cara perpindahan panas melalui zat perantara seperti benda padat.
  4. Konveksi adalah perpindahan panas yang disertai dengan perpindahan bagian zat perantaranya.
  5. Radiasi adalah cara perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat perantara.

 

Perhatikan kembali bacaan di atas! kamu akan menemukan beberapa katakata yang dicetak miring dan digarisbawahi. Carilah arti kata-kata tersebut dari kamus dan buatlah kalimat dengan menggunakan kata-kata tersebut! Buatlah kalimat lengkap menggunakan kata baku yang tepat!

Kata

Arti

Kalimat

Api

Panas dan cahaya yang berasal dari sesuatu yang terbakar; nyala: 

Api masih berkobar dan menyambar-nyambar setiap sisi gedung.

Panas

Energi yang dapat diterima dan dilepaskan oleh suatu benda

Pada perpindahan panas secara konveksi, ketika partikel – partikel dipanaskan maka suhunya meningkat.

Berpindah

Beralih atau bertukar tempat;

Panas atau kalor adalah energi yang berpindah dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah.

Suhu

Suhu adalah besaran yang menyatakan derajat panas suatu benda

Panas atau kalor adalah energi yang berpindah dari suhu yang tinggi ke suhu yang rendah.

Logam

Logam adalah unsur kimia yang mempunyai sifat-sifat kuat, liat, keras, penghantar listrik dan panas.

Benda yang terbuat dari logam akan terasa hangat atau panas jika ujung benda dipanaskan.

Mendidih

Menggelembung-gelembung atau meluap-luap karena dipanaskan

Perpindahan panas secara konveksi pada saat memasak air mengakibatkan air mendidih.

Pancaran

Perpindahan panas dengan pancaran yang tidak membutuhkan zat perantara

Perpindahan kalor dari matahari ke permukaan bumi terjadi dengan cara pancaran.

 

Berdasarkan bacaan berjudul “Perpindahan Panas dan Kalor, buatlah sebuah diagram tentang perpindahan panas yang kamu ketahui. Beberapa kata bantu telah dituliskan untuk mempermudah kamu menuliskan kalimat penting yang mewakili setiap paragraf. Lakukanlah kegiatan ini bersama dengan teman sebangkumu!

Tuliskanlah pemahamanmu tentang isi bacaan dalam tulisan satu paragraf. Gunakan kalimat lengkap menggunakan kata baku yang tepat.

Kalor atau panas dapat berpindah dari satu benda ke benda lainnya. Misalnya saja api kompor dapat memanaskan air dan sayuran di dalam panci. Contoh lainnya adalah letak matahari yang sangat jauh, namun panas dari matahari merambat ke bumi sehingga kita merasakan hangatnya sinar matahari. Panas berpindah dari benda yang bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah. Panas dapat berpindah melalui tiga cara yaitu konduksi, konveksi, dan radiasi.

Ayo Membaca

Bacalah bacaan berikut ini dengan saksama!

 

Perpindahan Kalor Secara Konduksi

Perpindahan kalor secara konduksi disebut juga perpindahan kalor secara hantaran, yaitu perpindahan kalor tanpa memindahkan zat perantaranya. Pada peristiwa perpindahan kalor secara konduksi, yang berpindah hanya energi kalornya saja. Umumnya, perpindahan kalor secara konduksi terjadi pada zat padat.

 

Agar kamu lebih mudah memahami peristiwa konduksi, mari kita lakukan kegiatan ini. Peristiwa konduksi dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan buku secara estafet yang dilakukan oleh kamu dan teman-temanmu. Buku yang dipindahkan secara estafet kita umpamakan sebagai kalor dan orang yang memindahkannya sebagai zat perantaranya. Ketika kamu dan teman-temanmu memindahkan buku secara estafet, yang berpindah hanya buku itu saja. Sedangkan kamu dan temanmu sebagai perantara tetap diam di tempat, tidak berpindah. Begitu pula dengan peristiwa konduksi. Hanya kalor yang berpindah, zat perantaranya tetap.


Saat kamu membuat teh dan memegang salah satu ujung sendok yang dimasukkan ke dalam air panas apa yang terjadi? Lama-kelamaan ujung sendok yang kamu pegang juga akan terasa panas. Peristiwa tersebut merupakan salah satu contoh perpindahan kalor secara konduksi. Pada perpindahan kalor secara konduksi, kalor akan berpindah dari benda bersuhu tinggi menuju benda yang suhunya lebih rendah.

 

Peristiwa konduksi juga dapat kamu jumpai pada saat kamu memasak. Pada saat kamu menggoreng, ujung spatula yang kamu pegang akan terasa panas walaupun ujungnya tidak bersentuhan dengan api kompor.

 

Setrika listrik merupakan alat yang cara kerjanya menggunakan prinsip perpindahan panas secara konduksi. Ketika setrika dihubungkan dengan arus listrik maka arus listrik akan mengalir melalui elemen pemanas. Panas dari elemen akan berpindah kebagian alas besi setrika yang tebal.

 

Berdasarkan bacaan di atas, lakukanlah kegiatan berikut ini!

 

1. Buatlah daftar hal-hal penting yang kamu temui pada setiap paragraf di dalam bacaan. Gunakan tabel berikut untuk menuliskannya. Gunakanlah kalimat lengkap dan kata-kata baku dengan tepat.

Paragraf

Hal-Hal Penting dari Bacaan

Pertama

  1. Perpindahan kalor secara konduksi disebut juga perpindahan kalor secara hantaran. 
  2. Pada peristiwa perpindahan kalor secara konduksi, yang berpindah hanya energi kalornya saja. 
  3. Umumnya, perpindahan kalor secara konduksi terjadi pada zat padat.

Kedua

  1. Peristiwa konduksi dapat diumpamakan dengan kegiatan memindahkan buku secara estafet.
  2. Ketika memindahkan buku yang berpindah hanya buku itu saja, teman-teman tidak ikut berpindah.
  3. Pada peristiwa konduksi hanya kalor yang berpindah, zat perantaranya tetap.

Ketiga

  1. Saat membuat teh dan memegang salah satu ujung sendok akan terasa panas.
  2. Perpindahan kalor secara konduksi, kalor akan berpindah dari benda bersuhu tinggi menuju benda yang suhunya lebih rendah.

Keempat

  1. Peristiwa konduksi dapat dijumpai pada saat memasak.
  2. Pada saat menggoreng, ujung spatula akan terasa panas walaupun ujungnya tidak bersentuhan dengan api kompor.

Keima

  1. Setrika listrik menggunakan prinsip perpindahan panas secara konduksi.
  2. Panas dari elemen akan berpindah kebagian alas besi setrika yang tebal.

 

2. Gambarkanlah cara perpindahan panas secara konduksi menurut pemahamanmu berdasarkan keterangan pada bacaan!

Peristiwa konduksi yang berpindah hanya energi kalornya saja sedangkan zat perantaranya tidak ikut berpindah. Pada perpindahan kalor secara konduksi, kalor akan berpindah dari benda bersuhu tinggi menuju benda yang suhunya lebih rendah.

 

3. Tuliskanlah beberapa contoh peristiwa perpindahan panas secara konduksi berdasarkan bacaan di atas! Lalu tambahkanlah beberapa contoh serupa yang kamu jumpai dalam kehidupanmu sehari-hari! Contoh perpindahan panas secara konduksi berdasarkan bacaan:

  1. Saat membuat teh dan memegang salah satu ujung sendok akan terasa panas.
  2. Pada saat menggoreng, ujung spatula akan terasa panas walaupun ujungnya tidak bersentuhan dengan api kompor.
  3. Pada setrika panas dari elemen akan berpindah kebagian alas besi setrika yang tebal

Contoh perpindahan panas secara konduksi yang kamu temui dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Memegang wajan panas dan tangan melepuh
  2. Tangan panas Saat kita mengaduk adonan gula, air panas, dan kopi dengan menggunakan sendok logam 
  3. Tangan panas Saat kita memegang kawat logam kembang api yang sedang menyala
  4. Knalpot akan panas ketika mesin motor dihidupkan
  5. Mentega akan meleleh ketika diletakkan di wajan yang tengah dipanaskan
  6. Tutup panci terasa panas saat panci digunakan untuk memasak

Ayo Mencoba

Menyelidiki Perpindahan Panas secara Konduksi

 

A. Alat dan Bahan yang Diperlukan:

  • Sebuah sendok dari logam
  • 200 mL air hangat
  • Sebuah gelas bening Mintalah bantuan orang dewasa untuk mempersiapkan dan menuang air hangat ke dalam gelas.

B. Cara Kerja:Percobaan Perpindahan Kalor

  • Masukkan air hangat ke dalam gelas bening.
  • Masukkan sendok ke dalam gelas yang berisi air hangat.
  • Setelah beberapa saat peganglah ujung sendok dengan tanganmu.
  • Tetaplah memegang ujung sendok selama lebih kurang 2—3 menit.
  • Catatlah apa yang kamu rasakan. (Lama kelamaan ujung sendok akan terasa hangat.)

 

Setelah melakukan kegiatan di atas, jawablah pertanyaan berikut sebagai panduan membuat kesimpulan.

 

Jawablah pertanyaan berikut!

1. Apa yang kamu rasakan setelah memegang sendok yang dimasukkan dalam air hangat?

Lama kelamaan ujung sendok akan terasa hangat.

 

2. Mengapa ujung sendok yang kamu pegang terasa panas?

Panas berpindah dari air hangat ke tangan melalui sendok.

 

3. Termasuk peristiwa apakah perpindahan panas pada percobaan ini? Mengapa disebut demikian?

Konduksi, karena panas berpindah tanpa diikuti dengan perpindahan zat perantaranya.


Pb. 5 Kelas 5B Rabu 22 Mei 2024 Tema 9 Subtema 3 Pembelajaran 5

Tema 9                       : Benda Benda Di Sekitar Kita Subtema 3                 :  Manusia dan Benda di Lingkungannya Pembelajaran     ...